PERGUNU DKI RAYAKAN HARI SANTRI DENGAN SARASEHAN ASWAJA

Dibuat oleh : Mojo

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) DKI Jakarta turut gembira dan bangga dengan diperingatinya hari santri l, setelah ditetapkan oleh Presiden RI pada tahun 2015. Dalam rangka turut merayakan Hari Santri Nasional 2017, PERGUNU DKI Jakarta menggelar kegiatan Sarasehan Ahlussunah Wal Jamaah untuk Islam Rahmatan lil Alamin.

Kegiatan dilaksanakan di Masjid Raya K.H Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, 21 Oktober 2017. Dengan tema “Meneguhkan komitmen Islam Ahlussunah wal Jama’ah untuk Islam Rahmatan lil Alamin”, kegiatan diikuti oleh Guru PERGUNU, berjumlah sekitar 200 orang.

Kegiatan juga dirangkai dengan Pelantikan PAC PERGUNU se-Jakarta Barat. Ketua Panitia Pelaksana, H. Matali mengungkapkan pentingnya bagi guru memahami Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunah wal Jama’ah Annahdliyah. Karena menurutnya, Guru adalah garda terdepan untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC PERGUNU Jakarta Barat menjelaskan bahwa semangat hari santri harus dapat diambil taladan yang baik. “Sarasehan ini bertepatan hari santri nasional, kita berharap para guru PERGUNU mampu meneladani para santri dan para kiai di masa lampau, terutama dalam prinsip keagamaan yang rahmatan lil alamin”.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, diantaranya K.H Mujib Qulyubi. Dalam wajangannya, beliau menekankan kepada para guru agar memberikan pemahaman pada murid tentang pentingnya mencintai agama dan negara. Karena itu adalah salah satu ajaran para alim ulama salafunassholikh. Selain itu, Katib Syuriah PBNU itu juga berpesan agar para Guru NU waspada dan ikut menolak aliran-aliran Islam fundamental dan ekstrim yang masuk ke sekolah atau madrasah dengan menghadirkan nilai-nilai dan amaliyah Islam Ahlussunah wal Jama’ah yang rahmatan lil alamin.

Pada kesempatan yang sama, K.H. Marsudi Syuhud, Ketua PBNU menekankan kepada peserta sarasehan untuk memegang teguh prinsip-prinsip ke-Nu-an dan perilaku sosial yang selalu mengedepankan kemanfaatan bagi orang lain. “PERGUNU sebagai badan otonom NU harus begerak secara organisatoris, sistematis, dan visibel. Bawa dan sebarkan pada murid prinsip Islam yang dikembangkan NU. Berikan manfaat kepada orang lain, karena dengan itu orang lain juga akan lebih banyak lagi memberikan manfaat kepada kita”

Sarasehan Aswaja PERGUNU DKI Jakarta, juga dihadiri oleh Jajaran Pengurus PWNU DKI Jakarta, PCNU Jakarta, Takmir Masjid JIC, Takmir Masjid Raya K.H. Hasyim Asy’ari, dan tokoh masyarakat lainnya.



Leave a Comment