Tentang Pergunu


PROFIL

PERSATUAN GURU NAHDLATUL ULAMA

(PERGUNU)

 

A. LINTASAN SEJARAH

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) mempunyai sejarah panjang sejak dirintis pada tahun 1952 sampai sekarang. Pada awalnya, organisasi ini dibentuk atas inisiatif para peserta Kongres Ma’arif se Indonesia. Diantara keputusannya adalah memberikan mandat kepada Ma’arif Cabang Surabaya untuk menyiapkan pembentukannya. Pada tanggal 1 Mei 1958, Ma’arif Cabang Surabaya berhasil membentuk Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Cabang Surabaya yang sekaligus sebagai kantor pusat organisasi tersebut. Kemudian, berdasarkan hasil Muktamar II PERGUNU, kedudukan kantor pusat dipindahkan ke Jakarta. Selama periode 1958 sampai dengan akhir dekade 1960-an, roda organisasi PERGUNU berjalan baik ditandai dengan berbagai prestasi, antara lain: berhasil memperjuangkan sekitar 20.000 guru-guru NU diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Agama.

Namun, selama masa Orde Baru, PERGUNU seolah-olah mati-suri karena tidak menunjukkan aktivitas yang cukup berarti. Apalagi ketika NU kembali ke khitah untuk tidak berpolitik praktis, PERGUNU nampak seperti terlepas dari NU. Tanpa adanya tendensi apologetic, kenyataan dengan tidak tampilnya guru-guru NU dalam percaturan pendidikan secara sehat dan demokratis, bangsa ini makin hari makin jauh dari moral dan akhlak. Hal ini kita buktikan maraknya korupsi, manipulasi, KKN, pemerkosaan, narkoba, kejahatan seksual, tidak tegaknya keadilan karena hukum sudah menjadi kmomuditas bagi orang-orang elite, bahkan di mana-mana muncul gerakan-gerakan   yang mendorong ke arah disintregasi bangsa, yang tampaknya sulit untuk diselesaikan dan di perbaiki.

Reformasi bukan sebagai obat, tetapi kehidupan rakyat makin terpuruk, hutang makin membengkak dan mendorong penjualan aset negara  yang strategis. Kesemuanya itu terjadi akibat lemahnya sistim pendidikan nasional terutama rendahnya mutu dan martabat guru di tengah kehidupan masyarakat bangsa ini, dan bahkan negara ini terancam sebagai bangsa yang termiskin, terkorup dan terbodoh di dunia. Pada saat-saat bangsa menghadapi krisis multidimensial, maka bangkit kembali organisasi profesi Guru NU yang diberi nama PERSATUAN GURU NAHDLATUL ULAMA (PERGUNU) pada tanggal 31 Maret 2002 di Surabaya, suatu organisasi sebagai wadah bagi guru-guru NU yang tadinya bercerai-berai kami himpun kembali, dengan membangun profesionalisme dan independent.

Pada perkembangan berikutnya, PERGUNU terus bergerak melakukan konsolidasdi internal dan eksternal. Bahkan sampai tahun 2009, PERGUNU masih belum mendapatkan tempat yang strategis di Internal struktur NU, meskipun hanya sebagai lajnah atau badan otonom. Barulah pada Muktamar ke 32 di Makassar, PERGUNU dinyatakan sebagai salah satu badan otonom (banom) NU sebagaimana tertuang dalam pasal 20 ayat (7) huruf f Anggaran Dasar Periode Tahun 2010-2015.

Menindaklanjuti keputusan muktamar tersebut, sejumlah tokoh NU, Ma’arif, tokoh pesantren, guru, dosen dan pakar pendidikan melakukan koordinasi, hingga terselenggara Kongres I PERGUNU di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pada September 2010. Kongres I Pergunu memberikan amanat kepada Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, MA sebagai ketua umum prioden 2010-1015, serta menyapakati dan mengesahkan peraturan dasan dan peraturan rumah tangga organiasi.

Pada masa priode 2010-2015, PERGUNU telah mampu melakukan pengembangan bidang organisasi, dibuktikan dengan keberhasilannya membentuk 34 Pengurus Wilayah se-Indonesia, 347 Pengurus Cabang se-Indonesia, berikutnya akan diperkuat hingga pada tingkat Pengurus Anak Cabang, dan Pengurus Ranting. Pada Bidang penguatan SDM, Pergunu telah memberikan beasiswa studi S1 kepada putra-putri terbaik perwakilan Provinsi se-Indonesia, dan luar negeri. Akses beasis S2 bagi Guru, serta S3 bagi Dosen. Pada bidang penguatan kompetensi ideologis ke-NU-an, Pergunu telah menerbitkan buku Aswaja untuk pedoman mengajar Guru, lembar kerja siswa Aswaja, dan madrasah kader penggerak NU bagi Guru.

Secara berkelanjutan, Pergunu juga telah mewujudkan model madrasah atau sekolah unggulan. Institusi yang dijadikan role model madrasah atau sekolah unggulan di lingkungan nahdliyin dan di luar nahdliyin. Adalah lembaga pendidikan unggulan berbasis pesantren dengan kurikulum internasional “Amanatul Ummah” yang berpusat di Mojokerjto, Jawa Timur, sampai saat ini sudah berdiri di beberapa kota besar diantaranya di Surabaya, Cirebon, dan Majalengka. Pada wilayah lain, Pergunu sedang dan akan mengembangkan lembaga pendidikan unggulan model Ammanatul Ummah.

Masa kini dan masa yang akan datang, Pergunu keberadaannya sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan peradaban bangsa, negara, dan dunia. Karena dipundak guru, akan lahir generasi penerus yang unggul, tangguh, berwawasan nusatara, serta berakhlak mulai. Semoga.!

B. PERAN STRATEGIS

  1. Sebagai badan otonom, PERGUNU memiliki dasar organisasi sebagaimana ditetapkan oleh organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, yakni beraqidah Islam menurut faham Ahlusunnah Wal Jama’ah. Hal lain yang mendasar adalah PERGUNU berkomitmen kebangsaan yang kuat dibingkai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan karakter dasar bangsa Indonesia.
  2. Seperti halnya organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, PERGUNU melibatkan diri dengan unsur kekuatan bangsa lainnya bahu membahu membangun negara demi terwujudnya Indonesia yang adil makmur. Artinya, bahwa cita-cita bangsa Indonesia tidak lain merupakan cita-cita PERGUNU. Dengan kata lain bahwa persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia, tidak lain juga merupakan permasalahan yang harus diatasi oleh PERGUNU.
  3. Sebagai organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru dan dosen Nahdlatul Ulama, sudah barang tentu PERGUNU memiliki posisi strategis dalam memecahkan 6 persoalan bangsa sebagaimana dikemukakan pada Bab II, terutama hal yang berkaitan dengan pembangunan perilaku, karakter dan moral anak bangsa. Secara
  4. Secara umum dalam khidmah dan kiprahnya, PERGUNU diharapkan sebagaisyuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dan sekaligus sebagai syuhud hadlori (penggerak peradaban)

C. VISI dan MISI

VISI

Mewujudkan Keunggulan dalam Khidmah Kebangsaan dan Kecendikiawanan

MISI

  1. Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, jujur, adil, serta merata.
  2. Mewujudkan budaya pendidikan yang unggul dalam iman, taqwa, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, berciri khas Islam Ahlussunah wal Jama’ah Annahdliyah.
  3. Meningkatkan kompetensi pendidik untuk khidmah keumatan dan berjiwa kecendekiawanan
  4. Mewujudkan budaya lembaga pendidikan unggulan berdasarkan nilai keislaman ala ahlussunah wal jama’ah annahdliyah dan kebangsaan.
  5. Mewujudkan budaya lembaga pendidikan yang memiliki kepedulian lingkungan dan sosial.
  6. Mewujudkan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme dan pengabdian.

MOTTO

      Ideologis, Profesional, Cendekia

 D. RENCANA STRATEGIS PERGUNU 2016 – 2020

  1. Penguatan kelembagaan, konsolidasi organisasi, dan penataan data base anggota
  2. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik; Pedagogik, Keperibadian, Profesional, Sosial, dan Ideologis.
  3. Pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya nahdliyin; pemberian beasiswa study S1, S2, S3, baik dalam maupun luar negeri, hingga pendampingan guru besar.
  4. Pendampingan mutu lembaga pendidikan; pendampingan akreditasi, sistem informasi akademik,.
  5. Internalisasi nilai-nilai Islam Indonesia dan Ethic Aswaja Annahdliyah
  6. Mendirikan badah usaha bersama untuk kemandirian organisasi dan kesejahteraan anggota dikemas dalam gerakan teacher prener.
  7. Membuka jaringan dan kerjasama lintas profesi, lembaga pemerintah, dan lainnya baik dalam maupun luar negeri.
  8. Memberikan perlindungan hukum profesi bagi guru sesuai peraturan undang-undang berlaku.
  9. Bakti dan peduli pendidikan; buku perpustakaan, perlengkapan belajar, beasiswa, dan lain sebagainya

E. KEPENGURUSAN DAN ANGGOTA

Kepengurusan Pergunu se-Indonesia terdiri atas; Pengurus Pusat berkedudukan di tingkat Ibu Kota Negara, Jakarta, Pengurus Wilayah bekedudukan di tingkat Provinsi, Pengurus Cabang berkedudukan di tingkat Kabupaten/Kota, dan Pengurus Anak Cabang berkedudukan di tingkat Kecamatan. Hingga saat ini telah terbentuk 34 Pengurus Wilayah, 347 Pengurus Cabang, dan 2745 Pengurus Anak Cabang.

KEANGGOTAAN

Keanggotaan pergunu terbuka untuk seluruh kalangan tenaga pendidik dan kependidikan; Dosen, Guru Pendidikan Formal, maunpun Non Formal: Sampai saat ini Anggota Pergunu yang terdaftar dalam  system pendaftaran anggota secara online berjumlah 8.815 orang, tersebar di 6.337 lebih lembaga pendidikan di indonesia, baik swasta maupun negeri.

Link Pendaftaran Angoota:

http://www.pergunu.org/daftar-anggota-pergunu/

 F. INFORMASI PERGUNU

Sekretariat: Gedung PBNU II, Lt. 3, Jl. Taman Amir Hamzah No. 10, Jakarta Pusat, Tlp. 021- 31928356, Hp. 081388705094, Email; sekretariat@pergunu.org, Website: www.pergunu.org

 

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit Thoriqi

 

Jakarta, 12 Juni 2017

Pimpinan Pusat

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama

 

 

 

 

Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, MA

Ketua Umum